BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 12 Agustus 2012

Saat Terakhirnya

malam terselimuti gelap
cahaya melangkah senyap
guntur mendera gemuruh
angin gejolak tak terarah
hujan deras badai basah




seakan alam mencoba memberi tahuku
sebuah memori tak terlupakan dalam hidup
kehilangannya pada malam mencekam ini
dalam pikir kuharapkan kepergian
dalam lubuk hati terdalam
ku masih ingin bersamanya


sekilas terbayang
semua kenanganku dengannya
sekilas teringat
seluruh perkataan mutiaranya
sekilas terasa
kasih sayang yang slalu dia berikan


tersadar ku dalam tetes air mata
hanya tangis dan doa
hanya diam menahan amarah
hanya menunggu...
menunggu....
diam....

ku tak pernah siap
ku tak pernah mau
tapi apa daya
ku hanya anak kecil
ku bukan lah tuhan
ku hanya bisa melepasnya


karna hanya satu yang kuinginkan
ku hanya inginkan yang terbaik untuknya
ku tak sanggup lagi melihat deritanya
hanya doa ku berharap
kao dapatkan tempat terbaik disana


Puisi ini berceritakan seorang anak kecil yang menunggu kepergian ibunya yang dia sayangi... malam terakhir ibunya dia menangis dan hanya bisa berdoa agar dia segera pergi dan mengakhiri penderitaannya dari sakit....
sebuah gejolak dalam hati dimana dia ingin terus bersama orang yang dia sayangi akan tetapi dia juga tak kuat untuk melihat penderitaan dari sakit yang dialami oleh orang yang dia sayangi itu.....

0 komentar: