malam terselimuti gelap
cahaya melangkah senyap
guntur mendera gemuruh
angin gejolak tak terarah
hujan deras badai basah
seakan alam mencoba memberi tahuku
sebuah memori tak terlupakan dalam hidup
kehilangannya pada malam mencekam ini
dalam pikir kuharapkan kepergian
dalam lubuk hati terdalam
ku masih ingin bersamanya
sebuah memori tak terlupakan dalam hidup
kehilangannya pada malam mencekam ini
dalam pikir kuharapkan kepergian
dalam lubuk hati terdalam
ku masih ingin bersamanya
sekilas terbayang
semua kenanganku dengannya
sekilas teringat
seluruh perkataan mutiaranya
sekilas terasa
kasih sayang yang slalu dia berikan
ku tak sanggup lagi melihat deritanya
hanya doa ku berharap
kao dapatkan tempat terbaik disana
sekilas teringat
seluruh perkataan mutiaranya
sekilas terasa
kasih sayang yang slalu dia berikan
tersadar ku dalam tetes air mata
hanya tangis dan doa
hanya diam menahan amarah
hanya menunggu...
menunggu....
diam....
hanya tangis dan doa
hanya diam menahan amarah
hanya menunggu...
menunggu....
diam....
ku tak pernah siap
ku tak pernah mau
tapi apa daya
ku hanya anak kecil
ku bukan lah tuhan
ku hanya bisa melepasnya
ku hanya inginkan yang terbaik untuknyaku tak pernah mau
tapi apa daya
ku hanya anak kecil
ku bukan lah tuhan
ku hanya bisa melepasnya
karna hanya satu yang kuinginkan
ku tak sanggup lagi melihat deritanya
hanya doa ku berharap
kao dapatkan tempat terbaik disana
Puisi ini berceritakan seorang anak kecil yang menunggu kepergian ibunya yang dia sayangi... malam terakhir ibunya dia menangis dan hanya bisa berdoa agar dia segera pergi dan mengakhiri penderitaannya dari sakit....
sebuah gejolak dalam hati dimana dia ingin terus bersama orang yang dia sayangi akan tetapi dia juga tak kuat untuk melihat penderitaan dari sakit yang dialami oleh orang yang dia sayangi itu.....
sebuah gejolak dalam hati dimana dia ingin terus bersama orang yang dia sayangi akan tetapi dia juga tak kuat untuk melihat penderitaan dari sakit yang dialami oleh orang yang dia sayangi itu.....
0 komentar:
Posting Komentar